![]() |
| Puisi Tulis Tangan Gerry Bayu Samudra |
Di atas meja kayu yang bisu
Pena menari, di atas hamparan kertas putih
Bukan sekedar tinta yang tumpah
Tapi rintihan dan suara hati yang menolak untuk menyerah
Hari ini, di aula kampus merah putih
Kami, bukan sekedar berkumpul merayakan angka
Tapi menyalakan kembali api pemikiran yang sempat menyala,
Namun redup di persimpangan zaman.
Raden Ajeng Kartini.....
Pesonamu tidak terpaku pada sanggul dan kebaya
Tapi pada tajamnya pena, dan luasnya cakrawala
Engkau ajarkan cinta paling murni pada negeri
Bagimu, cinta adalah perjuangan
Dengan memberi arti melalui pengabdian diri
Lihatlah hari ini, dipelataran aula kampus kita,
Seratus tahun lebih telah berlalu.
Namun gema suaramu belum juga layu.
Di bawah langit dua ribu dia puluh enam.
Kami berdiri mewarisi api yang tak kunjung padam
Habis gelap, terbitlah terang.
Bukan sekedar semboyan yang hanya untuk dikenang.
Habis gelap, terbitlah terang.
Di kampus ini, cahaya ini kami bentangkan
Mari melangkah, dengan anggun nan perkasa
Membawa pesona Kartini demi kemajuan bangsa.
Untukmu, Raden Ajeng Kartini.
Dari aku, Gerry Bayu Samudra.
Cirebon, 7 April 2026.

0 Komentar